8.5 C
New York
Friday, February 26, 2021
Home Blog

Ingin Fokus Pengembangan dan Mengabdi Di Ponpes Darussalam, Tajri Dannur Pamit Dari FELLAS CAFE

0

JAMBI, denyutjambi.co – Mengeyam pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Lampung, tentunya menjadi suatu kebanggan bagi Tajri Dannur atau yang akrab disapa Memet ini. Sebagai santri dan alumni sekarang dirinya ingin kembali mengabdi di Ponpes Darussalam Lampung yang telah memberikannya ilmu.

“Sudah lama keinginan saya untuk bisa mengabdi di Ponpes Darussalam Lampung yang telah banyak memberikan saya ilmu pengetahuan. Insyaallah sekarang sudah saatnya saya harus mengabdi untuk pengembangan ponpes tersebut,” sebut Tajri Dannur kepada denyutjambi.co malam (25/2/2021).

Terkait dengan pekerjaannya selama ini di salah cafe di Jambi lanjut Tajri, dirinya sudah mohon pamit. “Saya juga sudah pamit dari tempat saya bekerja selama ini sebagai humas di FELLAS CAFE and RESTO. Dan pihak manajemen sudah mengizinkannya,” sebut Tajri Dannur lagi.

Selain itu Tajri Dannur juga mengatakan, selain ingin mengabdi di pondok pesantren yang telah membesarkannya, dirinya juga mengatakan bahwasanya sudah merasa lelah untuk dalam menjalankan aktivitas tersebut.

“Memang saya sudah lama ingin beristirahat dari pekerjaan ini. Selain itu ada satu alasan mengapa saya juga harus mundur dari pekerjaan ini, namun semua itu tidak dapat saya jelaskan secara rinci. Karena ini adalah urusan pribadi saya sama pihak manajemen FELLAS CAFE and RESTO,” jelas Tajri Dannur.

Namun demikian sebagai mitra selama ini, Tajri Dannur juga meminta maaf kepada pihak manajemen jika ada kesalahan dan kekhilafan selama dirinya bekerja.

“Mungkin selama menjadi mitra disana ada kesalahan dan kekhilafan saya sekiranya dapat dimaafkan. Karena sebagai manusia biasa tentunya tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Sekali lagi saya momohon maaf kepada pihak manajemen FELLAS CAFE and RESTO. Wassalam,” pungkas Tajri Dannur.(***)

Polres Tutup Mata aktivitas PETI di Batu Kerbau

0

JAMBI, denyutjambi.co – Aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga kembali marak di desa Batu Kerbau kabupaten Bungo. Meski Kapolda Jambi telah berkerja keras untuk memberantas aktivitas PETI namun tidak menimbulkan efek jera bagi pemilik modal dan pelaku PETI tersebut. Ironisnya dikawasan wilayah hukum Polres Bungo, khususnya Polsek terkesan tutup mata atas dugaan terjadinya aktivitas penambang liar yang menggunakan alat berat di desa Batu Kerbau.

“Kita sangat mengapresiasi sebelumnya terhadap Kapolda Jambi mengenai keseriusan memberantas PETI dengan menargetkan pemilik modal dan pelakunya langsung. Namun sepertinya justru aparat penegak hukum di kabupaten Bungo sendiri kurang tegas untuk memberantas kasus PETI ini. Sepertinya ada dugaan pembiaran. Ini perlu menjadi pertanyaan besar karena kita sudah berharap sebelumnya dengan bapak Kapolda Jambi yang cukup keras untuk pemberantasan PETI dilapangan ,” ungkap Alfin aktivis Mahasiswa yang berdomisili di kabupaten Bungo.

Bahkan informasi dan investigasi yang beredar dilapangan terdapat lebih kurang 40 unit keberadaan excavator yang beraktifitas saat ini, dan ditenggarai dugaan adanya oknum aparat penegak hukum yang bermain dan tutup mata.

“Kami minta dan berharap pak Kapolda Jambi menindak tegas dan meminta Kapolres dan Kapolsek setempat untuk dapat melanjutkan tindakan tegas bapak Kapolda terhadap pemilik modal dan pelaku PETI,” tegas Alfin.

Menurut Alfin aktivitas PETI merupakan hama perusak lingkungan yang mana dapat berdampak pada aliran sungai. Dampaknya sangatlah luas dirasakan masyarakat jika terjadi pencemaran seperti air yang berubah warna menjadi keruh, yang nantinya air itu dinikmati masyarakat untuk mandi ,dan mencuci pakaian. Selain itu adanya ekosistem budidaya ikan yang lebih dikenal di Lubuk Larangan yang nantinya dapat dinikmati bersama masyarakat saat panen bersama tentu merupakan suatu ancaman kematian bagi ikan-ikan yang ada di Lubuk Larangan tersebut.

Dikatakan Alfin tidak hanya aparat penegak hukum, pemerintah Kabupaten melalui instansi terkait turut berperan dalam memberikan solusi bagaimana pekerja PETI mendapat lapangan pekerjaan sehingga tidak hanya mengandalkan kerja pada pertambangan ilegal tersebut.(*)

1 Maret, Ponpes Darussalam Lampung Buka Pendaftaran Santri dan Peserta Didik Baru

0

JAMBI, denyutjambi.co – Pondok pesantren Darussalam Lampung pada awal Maret 2021 akan membuka pendaftaran santri dan Peserta Didik baru tahun pelajaran 2021-2022 . Pendaftaran santri dan Peserta didik ini akan dibuka tiga gelombang.

Seperti yang dikatakan oleh Ustadz Sabki Ali kepada denyutjambi.co (25/2/2021), meski masih di masa pandemi ini kita tetap membuka pendaftaran untuk santri dan peserta didik baru.

“Pendaftaran awal ini akan kita buka pada awal Maret 2021 mendatang. Pendaftaran kita lakukan secara online, hanya untuk daftar ulangnya saja nanti peserta didik baru harus datang. Namun demikian kita tetap menerapkan protokol kesehatan sebaik mungkin,” sebut Ustadz Sabki Ali.

Disebutkan lagi oleh ustadz Sabki Ali, di Pondok pesantren Darussalam Lampung ini kita juga ada program unggulan yakni, Tahfiz Qur’an, Tilawatil Qur’an, Kajian Kitab Kuning, Mudarroh 3 bahasa, Komputer, Sanggar dan Seni, serta kepramukaan.

“Insyaallah…program unggulan ini menjadi salah satu penarik minat bagi santri/santriwati serta peserta didik baru untuk menimba ilmu disini,” sebutnya lagi.

Sementara itu lanjut Ustadz Sabki Ali, untuk pendaftaran secara online akan dilakukan pada 1 Maret sampai 20 April 2021. “Pada tanggal 25 April 2021 sudah masuk dalam tahap tes dan pada tanggal 28 April 2021 santri dan peserta didik baru yang di nyatakan lulus akan melakukan pendaftaran ulang,” sebutnya secara rinci.

Dalam pendaftaran tersebut, Pondok Pesantren Darussalam Lampung juga membuka pendaftaran berdasarkan jenjang pendidikan yakni, Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA).

Selain itu lanjut Ustadz Sabki Ali
Pondok pesantren adalah solusi yang tepat untuk memperdalam ilmu Agama, memperbaiki Akhlak, memperluas wawasan tentang agama islam sehingga kita bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ditambah lagi dengan berbagai kegiatan yang ada di dalam pondok yang mana dapat melatih dan mengembangkan kemampuan anak.

Untuk bisa melihat secara rinci terkait pendaftaran atau seputar perkembangan di Pondok Pesantren Darussalam Lampung atau terkait pendaftaran santri dan peserta didik baru bisa kita lihat
melalui link website Darussalam : http://darussalamlampung.or.id//

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi no WhatsApp di bawah ini :
– 085357565320
– 081221183981
(***)

#DARUSSALAM
#DARUSSALAM_JAYA
#AYO_MONDOK

PULUHAN PEMUDA MENAMAKAN DIRINYA GPSS

0

JAMBI, denyutjambi.co – Gerakan Pendukung Samiun Siregar (GPSS) Mendatangi Kediaman H Samiun Siregar”.
Puluhan pemuda dari berbagai wilayah kota Jambi Rabu 24 Febuari 2021. Mendatangi kediaman Pak Haji Samiun Siregar yang beralamat di jalan Kopral Ramli, RT. 37, kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Ini lantas membuat ketua team center Kota Jambi Paris Siregar (mantan anggota DPRD Kota Jambi periode 2014-2019) Bingung.

Tujuan kedatangan mereka tidak lain tidak bukan untuk mendukung H Samiun maju menuju Walikota Jambi 2023 dan mengenal sosok beliau lebih dekat lagi. Puluhan Pemuda tersebut menamakan diri mereka dengan sebutan GPSS (Gerakan Pendukung Samiun Siregar).

Hendri Erizon mengatakan “malam ini kami datang membawa +- 1000 lembar kertas dukungan yang sudah ditanda tangani. Ini bukti keseriusan kami mendukung pak samiun untuk menuju Kota Jambi.

Team ini baru terbentuk 1 bulan dan ada 50 anggota. Masih ada 3 tahun lagi masa buat kami berjuang. Kami yakin nantinya team kami dan masa yang mendukung akan lebih banyak lagi.

“Inilah sosok pemimpin yang kami rindukan orangnya humble dan merakyat ujar Hendri erizon ketua GPSS yang akrab disebut Jontal”.(*)

Kadafi Pastikan Maju di Bursa Caketum KONI Kota Jambi

0

Jambi, denyutjambi.co – Pelaksana tugas Ketua umum KONI Kota Jambi M Kadafi menyatakan siap maju sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) KONI Kota Jambi periode 2021-2025 bila didukung cabang olahraga (cabor) sesuai dengan mekanisme AD/ART. Dirinya juga ingin memajukan olah raga di Kota Jambi untuk lebih baik lagi.

“Didukung teman-teman cabor saya siap. Untuk maju menjadi Ketua Umum KONI ini merupakan sebuah amanah. Dan memang niat saya maju, tak lepas dari kepercayaan teman-teman cabor,” katanya (24/02/21).

Selain karena dukungan, hal terpenting bagi dirinya maju adalah adanya kesamaan tujuan dari cabor, yakni ingin memajukan olahraga di Kota Jambi.

Disisi lain, adanya kecintaan terhadap olahraga yang dibuktikan Kadafi selama ini menjadi ketua Cabor Panahan. Faktor lain yang sangat menentukan, sudah terbangunnya komunikasi yang baik dengan DPRD Kota Jambi dan eksekutif Pemkot Jambi.
“Insyaa Allah saya siap,” ujarnya.

Ketua umum KONI Provinsi Jambi Budi Setiawan menambahkan bahwa ia telah lama mengenal Kadafi. Sehingga faham betul dengan kinerjanya dan gaya pemimpinnya. Yang bersangkutan juga sangat ulet dan enerjik dalam berusaha dan memimpin organisasi yang hasilnya memuaskan. Berdasar kenyataan itu sangat layak menggantikan dirinya di KONI Kota Jambi.

“Saya bersama Kadafi dari Hipmi. Kebetulan saya ketua Hipmi Kota Jambi saat itu. Setelah itu, posisi saya digantikan dengan Kadafi. Kinerjanya bagus. Di KONI bersama lagi,” kata Budi.

Dari rapat kerja KONI Kota Jambi dan pengurus cabor se Kota Jambi sepakat menggelar  Musyawarah Olahraga Kota  (Musorkot) KONI Kota Jambi  pada April 2021 mendatang.(*)

Provinsi Jambi Tempat Percontohan Kehutanan Sosial

0

JAMBI, denyutjambi.co – Provinsi Jambi bisa menjadi tempat percontohan kehutanan sosial di Indonesia. Sebab, Provinsi Jambi memiliki beragam jenis hutan tentunya banyak bersinggungan dengan masyarakat terutama untuk hutan produksi.

Menurut Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University, Prof. Dr. Ir. Didik Suharjito, MS. menyatakan, keberadaan masyarakat di sekitar hutan produksi itulah yang menjadikan Jambi tempat percontohan pelaksanaan program kehutanan sosial.

Keberlangsungan program kehutanan sosial sangat bergantung hubungannya dengan masyarakat salah satunya dengan menjadikannya sebagai mitra.

Selama ini, konflik yang terjadi karena masyarakat dan perusahaan pemegang izin belum ada titik temu dalam program kemitraan.

“Banyak cara untuk menjaga keberlangsungan program kemitraan. Inisiatif perusahaan dibutuhkan di sini. Bisa saja dalam kemitraan itu disertakan program sosial dengan tujuan menyejahterakan masyarakat sekitar kawasan,” kata Didik.

Selain konflik lahan yang sering terjadi bisa terselesaikan, katanya, dengan program perhutanan sosial masyarakat bisa ikut mengelola lahan dan merawatnya sepenuh hati, sehingga ketika ada masalah di sekitar lahan perusahaan, masyarakat bisa ikut berkontribusi positif membantu menyelesaikan.
Di Provinsi Jambi, saat ini terdapat sekitar 300 ribu hektar kawasan hutan yang diperuntukkan untuk perhutanan sosial. Terdapat 12 perusahaan yang telah melakukan kemitraan kehutanan termasuk diantaranya, PT Lestari Asri Jaya (LAJ), dan PT Wanamukti Wisesa (WW) yang beroperasi di Kabupaten Tebo.

Kedua perusahaan HTI karet yang merupakan anak usaha PT Royal Lestari Utama itu, memberikan berbagai macam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus membantu masyarakat untuk mendapatkan legalitas hukum terhadap lahan yang dikelola masyarakat melalui kemitraan kehutanan. Berkat kemitraan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan kepada dua Kelompok Tani Hutan yang menjadi mitra kedua perusahaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Akhmad Bestari menerangkan bahwa Dinas Kehutanan Jambi secara berkelanjutan melakukan sosialisasi kepada kelompok-kelompok masyarakat sekitar hutan dan perusahaan atau komunitas pendampingnya. Salah satu yang menjadi materi utama sosialisasi adalah terkait administratif kependudukan.

“Masalah administratif kependudukan masih jadi kendala, karena tidak semua masyarakat di desa sudah tercatat secara administrasi. Hal ini yang perlu diselesaikan sebaiknya,” terang Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Akhmad Bestari.

Selain itu, masalah tumpang tindih permohonan antar kelompok tadi jua menjadi persoalan. Untuk menyelesaikan hal ini, dinas kehutanan akan melakukam verifikasi teknis di lapangan. Provinsi Jambi sendiri juga telah membentuk Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial guna menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan sehingga program pemerinah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan ini terlaksana dengan lebih baik dan cepat. (*)

SHN Minta Presiden RI, Hentikan Kriminalisasi Terhadap Aktivis, Petani dan Masyarakat Adat

0

JAMBI, denyutjambi.co – Serumpun Hijau Nusantara (SHN) Jambi, pada tanggal (01 Maret 2021) akan menggelar aksi dari Jambi menuju Jakarta, (Pelabuhan Merak, Banten, Tanggerang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Istana Negara). Ratusan petani dan masyarakat adat ini mewakili masyarakat yang sedang tercekik konflik agraria di Jambi, mereka adalah korban dari kebijakan neoliberalisme: liberalisasi investasi. Melalui tangan pemerintah, para pemilik modal difasilitasi untuk melakukan perampasan atau penggusuran lahan pemukiman dan perkebunan milik rakyat.

Ketua Umum Serumpun Hijau Nusantara Azhari menjelaskan, Pasca rusaknya hutan alam seluas 108.000 oleh HPH PT Industries Et Forest Asiatiques (IFA) sebuah Pabrikan Moulding milik Prayogo Pangestu di blok mayang Tebo Provinsi Jambi dan 70.000 ha di blok indragiri Hulu Provinsi Riau, pemerintah mengambil areal HPH ini. Saat moratorium kehutanan berjalan pada tahun 2010 Prayogo Pangestu dengan PT Lestari Asri Jaya (LAJ) mendapat konsesi untuk membangun sebuah HTI dari Kemenhut sesuai akte No. 40 tanggal 26 Juli 2007 PT. Lestari Asri Jaya (LAJ) dengan SK. 141/Menhut-II/2010 seluas 61.495 Ha di Kabupaten Tebo provinsi Jambi. PT. Lestari Asari Jaya (LAJ) sendiri sebuah corporate joint venture swasta nasional dan internasional antara PT Royal Lestari Utama (PT RLU) patungan PT Barito Pasific di Indonesia dan Michelin di Perancis.

Di era 1990an petani sudah berladang membangun pemukiman di empat kecamatan Kecamatan Serai Serumpun, Kecamatan Sumay, VII Koto, VII Koto Ilir. Saat ini perkampungan dengan fasos dan fasum telah terbangun oleh swadaya petani.

Sedari awal membangun Korporasi HTI Karet PT. Lestari Asari Jaya (LAJ) dengan dukungan dana public internasional telah banyak melancarkan skandal degradasi dan deforestasi serta perampasan perkebunan rakyat yang telah dibangun belasan tahun oleh petani sebagai upaya memenuhi target luasan izin. Berbagai intimidasi dilancarkan langsung oleh aparat, preman dan orang2 perusahaan alhasil 4 orang petani dipenjara, 3 orang masuk dalam daftar DPO, puluhan petani mendapatkan surat panggilan polisi dengan berbagai alasan yang tidak tepat.

Jejak kekerasan yang dilakukan PT RLU menghasilkan trauma berkepanjangan bagi ribuan kk petani, keluarga miskin diancam dibui, aparat dan pihak perusahaan mendatangi rumah petani lalu mengintimidasi mereka agar menyerahkan lahannya dengan tawaran tali asih sebesar 6 -7 juta/ha.

Sejatinya kekerasan dan kriminalisasi terhadap petani ini tidak dilakukan oleh PT. Lestari Asari Jaya (LAJ) sebagai cerminan baik dalam menuntaskan persoalan agraia sesuai Surat Edaran Menteri Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Ri Nomor Se.1/Menlhk-Ii/2015 Tentang Penangan Kasus Kasus Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Yang Memerintahkan Dalam Konflik Kehutanan Harus Dihindari Tindakan Represif Dan Mengedepankan Dialog Dengan Memperhatikan Prinsip-Prinsip Hak Azasi Manusia (HAM) dalam mempertegas kehadiran Negara dalam sengketa agrarian sebagai jalan keluar presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2017 Tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PPTKH).

Bukan hanya itu, Sekretaris Jendral Serumpun Hijau Nusantara Andi Saputra juga menjelaskan, Hal serupa juga dialami oleh petani dan masyarakat adat di Dusun Kunangan Jaya II (Batanghari), Dusun Mekar Jaya, Dusun Sungai Butang (Sarolangun) yang berkonflik dengan PT. Agronusa Alam Sejahtera dan PT. Wanakasita Nusantara, pak Anzar dan kelompoknya di Gowa Sulawesi Selatan di intimidasi dan kriminaliasi di lahan yang sudah mereka garap turun temurun dengan menanam Kopi dan Kayu Putih, konflik masyarakat adat Suku Anak Dalam 113 dengan PT. Asiatic Persada/Berkat Sawit Utama, masyarakat adat dan petani Desa Muara Bahar dengan PT. Rimba Hutani Mas (RHM), dan banyak lagi petani dan masyarakat adat lainnya di Indonesia yang mengalami konflik agraria akibat kebijakan neoliberalisme: liberalisasi investasi oleh pemerintah.

Konflik agrarian yang dihadapi oleh petani dan masyarakat adat ini adalah contoh kecil dari pengelolaan sektor agraria yang buruk. Sebab, setiapkali ada konsesi/ijin investasi disektor agraria, selalu berujung konflik. Karena itu, sudah saatnya pemerintah menjadikan reforma agraria sebagai program darurat yang mesti segera dijalankan, dan bukannya reforma gadungan yang berupa janji-janji manis untuk mobodohi petani dan masyarakat adat, oleh karena itu kami mengajukan tuntutan mendesak sebagai berikut:

Meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia untuk segera menyatakan Darurat Agraria dan membentuk Badan Nasional/Komite Nasional Penyelesaian Konflik Agraria yang berpedoman pada konstitusi Pasal 33 UUD 1945 dan UUPA No 5/1960.

Meminta Presiden RI dan ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI untuk mengembalikan lahan masyarakat Empat Kecamatan (Serai Serumpun, Kecamatan Sumay, VII Koto, VII Koto Ilir) Kabupaten Tebo yang diclaim oleh PT. Lestari Asari Jaya (LAJ) RLU Group atau Cabut Izin HTI PT. Lestari Asari Jaya (LAJ) PT. Royal Lestari Utama (RLU);

Sebelum penyelesaian konflik dengan masyarakat Empat Kecamatan (Serai Serumpun, Kecamatan Sumay, VII Koto, VII Koto Ilir) Kabupaten Tebo diselesaikan, maka kami meminta Kepada ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI untuk membekukan RKT/RKU PT. Lestari Asari Jaya (LAJ) PT. Royal Lestari Utama (RLU);

Meminta kepada Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI dan Kapolri untuk menarik aparat kemaanan dari lokasi konflik masyarakat Empat Kecamatan (Serai Serumpun, Kecamatan Sumay, VII Koto, VII Koto Ilir) Kabupaten Tebo dengan PT. Lestari Asari Jaya (LAJ) PT. Royal Lestari Utama (RLU);

Meminta kepada Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI dan Aparat Penegak Hukum memberikan jaminan dan perlindungan hukum kepada masyarakat Empat Kecamatan (Serai Serumpun, Kecamatan Sumay, VII Koto, VII Koto Ilir) Kabupaten Tebo melakukan aktifitas perkebunan, perladangan, pembangunan pemukiman, fasum, fasos, dll di lokasi yang diclaimm PT. Lestari Asari Jaya (LAJ) PT. Royal Lestari Utama (RLU);

Meminta KLHK memberikan jaminan SP3 terhadap kasus kriminalisi terhadap petani dan masyarakat adat oleh pihak kepolisian;

Meminta kepada KPK RI untuk mengusut dugaan kegiatan perambahan dan penguasaan kawasan hutan secara masif tanpa izin diduga dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pemegang izin Kawasan Hutan, sehingga menimbulkan potensi kerugian Negara pada sektor PBB bidangP3 dan PNBP yang mencapai trilyunan rupiah, dan termasuk mengusut pejabat negara/pemerintah yang diduga terlibat dalam persekongkolan tersebut;

Hentikan kriminalisasi terhadap aktivis, petani dan masyarakat adat

Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Atas solidaritas dan pembelaan pada rakyat, kami mengucapkan terimaksih.(*)

Yoga Pangestu Resmi Nahkodai Ketua Umum Himaste Jambi 2021-2023

0

JAMBI, denyutjambi.co – Yoga Pangestu Terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Tebo ( HIMASTE ) dalam Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Tebo di Aula Sekretariat HBA Institut Kamis 18/02/2021. Yoga Pangestu Terpilih secara Aklamasi

Setelah dilakukan skors sidang dibuka dengan agenda pencalonan ketua umum HIMASTE Jambi 2021.

Musyawarah Besar HIMASTE yang Mengangkat Tema Seentak Galah Serengkuh Dayung tersebut dihadiri Oleh Demioner Ketua Umum HIMASTE Tahun 2018 Budi Prasetyo dengan Menyerahkan Bendera HIMASTE sebagai Simbolis Penyerahan Kepengurusan HIMASTE Berikutnya.

Yoga Pangestu Meraih Total Suara Sebayak 66 suara dari 66 peserta MUBES yang hadir dalam Acara tersebut.

Yoga pangestu Selaku Ketua Umum tepilih mengungkapkan Ucapan terimakasih atas dukungan dan Bantuan dari segala Pihak Termasuk Seluruh Peserta sidang yang Mempercayai Estafet Kepemimpinan HIMASTE tersebut.

“Rasa terimakasih yang amat mendalam kepada seluruh Kawan kawan yang mempercayai saya sebagai Ketua Umum HIMASTE dan disini saya hanya sebagai Simbolis saja namun himaste ini butuh kawan kawan yang sudi meluangkan waktu untuk sama sama belajar Sehingga HIMASTE Jambi semakin Jaya ungkap Yoga pangestu.

Senada dengan hal tersebut Budi Prasetyo selaku Demisioner Ketua Umum Himaste Mengungkakan Selamat kepada Saudara yoga yang melanjutkan Perjuangannya sebagai Ketua Himaste Berikutnya.

“Selamat kepada adinda yoga sebagai Ketua Himaste periode 2021-2023 namun perlu di ingat ini bukan lah puncak namun ini permulaan dalam mengurus himaste dan pesan saya Lanjutkan Visi dan Misi Himaste dan Rangkul semua Kalangan mahasiswa Tebo tanpa Pandang Latar Belakangnya” ungkap budi Prasetyo.(*)

Hari Ini Pj Gubernur Jambi Dr. Hari Nur Cahaya Murni Resmi Dilantik

0

Jakarta, denyutjambi.co – Pejabat Gubernur Jambi, Dr. Hari Nur Cahya Murni, MSi resmi dilantik hari ini oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian Kamis, (18/2/21)

Pelantikan Pejabat (Pj) Gubernur Jambi langsung dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang mana Pejabat yang dipilih memimpin Jambi adalah yang mejabat sebagai Dirjen Bina Pembangunan Daerah.

Mendagri Tito Karnavian mengatakan pejabat yang dipilih merupakan pilihan Presiden RI Joko Widodo dirinya hanya bertugas melantik. Setelah dilantik Tito menaruh harapan besar terhadap Pj Gubernur Jambi agar bisa menjalankan amanahnya dengan baik.

“Ibu Hari Nur Cahya Murni saya yakin ibu paham betul seluk beluk APBD semoga ini bisa memberikan kebaikan untuk Jambi,” ungkap Tito.

Untuk diketahui Pj Gubernur akan bertugas sampai gubernur definitif dilantik. Hari Nur yang biasa disapa Nunung ini menjadi sejarah pertama kalinya untuk perempuan yang memegang jabatan seagai Pj Gubernur Jambi.(*)

PLH Gubernur Jambi Launching PTM Jenjang SMA/SMK/SLB

0

JAMBI, denyutjambi.co – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta di provinsi Jambi dibuka hari ini Selasa, 16 Februari 2021 oleh Plh Gubernur Jambi.

Pembukaan atau launching PTM oleh Plh Gubernur Jambi Sudirman dan dihadiri Forkopimda serta Wakil Bupati Merangin dan instansi terkait, dilaksanakan di SMA Negeri 12 Merangin, tepatnya di kecamatan Pemenang Barat, Desa Pinang Merah B1.

Berdasarkan keputusan Gubernur Jambi Nomor: 179/KEP.GUB/DISDIK-2.1/2021 tentang penetapan satuan pendidikan sekolah menengah atas sekolah menengah kejuruan sekolah luar biasa dalam provinsi Jambi yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) berdasarkan adaptasi kebiasaan baru (New Normal) di masa pandemi Covid-19.

Total ada sebanyak 341 Sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) setelah dinyatakan memenuhi syarat dan disetujui Gubernur Jambi. Terdiri dari 189 SMA, 135 SMK dan 17 SLB.

Penunjukan SMA N 12 Merangin sebagai percontohan pembukaan PTM, Dikatakan Plt kadis Pendidikan Provinsi Jambi Bukri, karena Merangin sedari awal daerah yang siap melaksanakan PTM. “Disamping itu juga melihat SMA Negeri 12 Merangin dari segi prestasi yang lauar biasa”,jelas Bukri.

Untuk keseluruhan sekolah yang disetujui membuka PTM, dimulai besok Rabu 17 Februari 2021 dengan protokol kesehatan covid-19 ketat dan tetap dengan memberlakukan dua shif, pagi dan siang.

“Nantinya jika ditemukan satu siswa positif Covid-19 maka pembelajaran tatap muka akan dihentikan. “Jelasnya

Untuk diketahui, berdasarkan update data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Jambi per 15 Februari 2021. Angkat kasus positif Covid-19 sebanyak 5.067 orang, sembuh 3.842 orang, kematian 77 orang.

Hingga berita ini ditayangkan, Loucing PTM sekolah SMA/ SMK/ SLB oleh Plh Gubernur Jambi masih berlangsung di loaksi.(*)